Pendekatan Open Ended

Suatu problem yang memiliki  beragam jawaban yang benar disebut
problem tidak lengkap atau problem  open-ended.  Penerapan problem  open-ended  dalam  kegiatan pembelajaran dapat dilakukan melalui penyajian soal/problem kepada siswa yang sasarannya bukan hasil akhir pemecahannya, tetapi siswa diharapkan dapat mengembangkan metode, cara, atau pendekatan yang berbeda dalam menjawab permasalahan. Jadi proses yang dilakukan oleh siswa bagaimana sampai pada pemecahan/jawaban adalah titik perhatiannya, bukan pada hasil akhir jawabannya. Sifat keterbukaan ( open)  dari problem akan hilang jika guru hanya mengajukan satu alternative cara dalam menjawab
permasalahan.
Tujuan dari pembelajaran  open-ended menurut Nohda (dalam Suherman
dkk., 2001 : 114)  ialah untuk membantu mengembangkan kegiatan kreatif dan
pola piker matematis siswa melalui  problem solving  secara simultan. Perlu
memberi kebebasan pada siswa untuk berpikir bebas sesuai dengan minat dan
kemampuannya.
Ciri-ciri bahwa kegiatan siswa dan kegiatan matematika disebut terbuka
jika memenuhi ketiga aspek berikut, yaitu ;

  1. kegiatan siswa harus terbuka
  2. Kegiatan matematika adalah ragam berpikir
  3. Kegitan siswa dan kegiatan matematika merupakan satukesatuan

Contoh problem open-ended yang bisa diberikan kepada siswa
Dengan menggunakan berbagai cara, hitunglah jumlah sepuluh bilangan ganjil pertama mulai
dari satu !

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s